CHÂTEAU DE KERJEAN.

Di Perancis yang namanya kastil itu buanyakk banget. Dari kastil yang dulunya tempat tinggal para raja, atau kastil yang dibangun untuk pertahanan pas masa perang dulu, sampai kastil yang sudah hancur berpuing-puing juga ada. Untuk masalah kepemilikan juga ada yang punya pemerintah, ada juga yang private owner. Nah, kalau yang punya pemerintah [setahu saya] banyak yang dijadikan objek wisata seperti Chateau de Kerjean ini.

Kastil Kerjean ini awalnya dibangun untuk tempat tinggal, jadi kalau masuk ke dalam kastil ini sudah terlihat jelas pembagian ruangan seperti layaknya sebuah hunian. Sayang waktu saya ke sana itu banyak ruangan yang kosong, hanya ada satu ruangan dengan beberapa tempat tidur jenis tertutup [saya tidak sempat foto, maaf yaa gak jelas jadinya]. Saya yang tadinya berharap bisa melihat sesuatu yang menarik dari tahun 1500an, jadi manyun deh hehe.

Tapi untungnya kekecewaan saya itu agak terobati dengan cantiknya arsitektur eksterior bangunan kastil dari jaman renaisans ini. Walaupun pemeliharaan kastil ini terlihat minim, kalau penampakan dari luar sih terlihat oke banget lah yaa. Kalau mau jalan-jalan di luar kastilnya gratis. Halamannya lumayan luas, stroller and child friendly. Tapi kalau kalian penasaran dalamnya seperti apa, yaa masuk aja hehe. Harga tiket masuknya gak mahal kok 8 € saja untuk dewasa, 1 € untuk anak usia 7-17 tahun, dan untuk anak di bawah 7 tahun gratis.

GENEVA.

Ternyata kalimat pepatah yang bunyinya jangan terlalu benci nanti lama-lama jadi jatuh cinta ada benarnya juga loh. Soalnya waktu pertama kali saya menginjakkan kaki di kota Jenewa sekitar lima tahun yang lalu, saya sama sekali tidak tertarik dengan kota ini. Entah apa alasannya, tapi pada saat itu saya merasa tidak ada sesuatu yang menarik di kota ini. Makanya saya jadi ilfeel, dan setiap kali si Monsieur mengajak ke sana lagi, saya selalu menolak. Pokoknya aku benci lah sama si Jenewa ini.

Tapiiii perasaan ketidaksukaan saya itu berubah setelah terpaksa kami harus kembali ke Jenewa. Jadi beberapa bulan yang lalu [sebelum wabah Covid 19 melanda], si Monsieur ada janji sama dokter spesialis di Jenewa. Mungkin waktu itu saya lagi bosan banget, jadilah saya iseng ikutan si Monsieur ke dokter. Secara cuma 1,5 jam perjalanan dari rumah ya udahlah yaa.

Pas sampai di Jenewa, karena parkiran di dekat dokter penuh, jadilah kami parkir di mall yang mengharuskan kami berjalan kaki dengan jarak yang cukup lumayanlah. Selama perjalanan menuju ke dokter, tanpa sengaja kami melewati bagian-bagian dari kota Jenewa yang belum pernah kami lewati sebelumnya. Dan ternyata banyak sekali sudut-sudut cantik di kota ini yang layak untuk dieksplorasi.

Jadilah setelah urusan selesai kami pun langsung jalan-jalan mengeksplorasi Jenewa. Dan semakin jauh kami menelusuri sudut kota, perasaan antipati saya yang dulu ada kini menjadi sirna [weshhhh bahasa gue gaya bener deh ah wakakak]. Saya pun sekarang kalau diajak ke sana lagi yaa mau sekaleee. Geneva, aku padamu deh sekarang judulnya. Ciaoooo